لَآ اُقْسِمُ بِهٰذَا الْبَلَدِۙ
Lā uqsimu bihāżal-balad(i).
Aku bersumpah demi negeri ini (Makkah),
BISMILLAH, MULAI DENGAN HATI
Sejenak dari dunia. Lebih dekat dengan-Nya.
Baca, dengarkan, dan renungkan.
Temani harimu dengan indahnya Al-Qur’an.
WAKTU UNTUK KEMBALI
Pilih lokasi untuk melihat jadwal
Jadwal mengikuti kota dan zona waktu pilihan Anda.
Jadikan membaca Al-Qur’an
bagian indah dari setiap harimu.
SUARA YANG MENEMANI
DEKAT DI SETIAP KESEMPATAN
Satu bacaan untuk setiap doa · Arti dan periwayat
BACA DENGAN HATI
SURAH 90 · Mekah · 20 ayat
Negeri
Dengarkan surah secara utuh, atau putar satu ayat melalui tombol di bawah.
لَآ اُقْسِمُ بِهٰذَا الْبَلَدِۙ
Lā uqsimu bihāżal-balad(i).
Aku bersumpah demi negeri ini (Makkah),
وَاَنْتَ حِلٌّۢ بِهٰذَا الْبَلَدِۙ
Wa anta ḥillum bihāżal-balad(i).
sedangkan engkau (Nabi Muhammad) bertempat tinggal di negeri (Makkah) ini.
وَوَالِدٍ وَّمَا وَلَدَۙ
Wa wālidiw wa mā walad(a).
(Aku juga bersumpah) demi bapak dan anaknya,
لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ فِيْ كَبَدٍۗ
Laqad khalaqnal-insāna fī kabad(in).
sungguh, Kami benar-benar telah menciptakan manusia dalam keadaan susah payah.
اَيَحْسَبُ اَنْ لَّنْ يَّقْدِرَ عَلَيْهِ اَحَدٌ ۘ
Ayaḥsabu allay yaqdira ‘alaihi aḥad(un).
Apakah dia (manusia) itu mengira bahwa tidak ada seorang pun yang berkuasa atasnya?
يَقُوْلُ اَهْلَكْتُ مَالًا لُّبَدًاۗ
Yaqūlu ahlaktu mālal lubadā(n).
Dia mengatakan, “Aku telah menghabiskan harta yang banyak.”
اَيَحْسَبُ اَنْ لَّمْ يَرَهٗٓ اَحَدٌۗ
Ayaḥsabu allam yarahū aḥad(un).
Apakah dia mengira bahwa tidak ada seorang pun yang melihatnya?
اَلَمْ نَجْعَلْ لَّهٗ عَيْنَيْنِۙ
Alam naj‘al lahū ‘ainain(i).
Bukankah Kami telah menjadikan untuknya sepasang mata,
وَلِسَانًا وَّشَفَتَيْنِۙ
Wa lisānaw wa syafatain(i).
lidah, dan sepasang bibir,
وَهَدَيْنٰهُ النَّجْدَيْنِۙ
Wa hadaināhun-najdain(i).
serta Kami juga telah menunjukkan kepadanya dua jalan (kebajikan dan kejahatan)?
فَلَا اقْتَحَمَ الْعَقَبَةَ ۖ
Falaqtaḥamal-‘aqabah(ta).
Maka, tidakkah sebaiknya dia menempuh jalan (kebajikan) yang mendaki dan sukar?
وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الْعَقَبَةُ ۗ
Wa mā adrāka mal-‘aqabah(tu).
Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki dan sukar itu?
فَكُّ رَقَبَةٍۙ
Fakku raqabah(tin).
(Itulah upaya) melepaskan perbudakan
اَوْ اِطْعَامٌ فِيْ يَوْمٍ ذِيْ مَسْغَبَةٍۙ
Au iṭ‘āmun fī yaumin żī masgabah(tin).
atau memberi makan pada hari terjadi kelaparan
يَّتِيْمًا ذَا مَقْرَبَةٍۙ
Yatīman żā maqrabah(tin).
(kepada) anak yatim yang memiliki hubungan kekerabatan
اَوْ مِسْكِيْنًا ذَا مَتْرَبَةٍۗ
Au miskīnan żā matrabah(tin).
atau orang miskin yang sangat membutuhkan.
ثُمَّ كَانَ مِنَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ وَتَوَاصَوْا بِالْمَرْحَمَةِۗ
Ṡumma kāna minal-lażīna āmanū wa tawāṣau biṣ-ṣabri wa tawāṣau bil-marḥamah(ti).
Kemudian, dia juga termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar serta saling berpesan untuk berkasih sayang.
اُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ الْمَيْمَنَةِۗ
Ulā'ika aṣḥābul-maimanah(ti).
Mereka itulah golongan kanan.
وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِاٰيٰتِنَا هُمْ اَصْحٰبُ الْمَشْـَٔمَةِۗ
Wal-lażīna kafarū bi'āyātinā hum aṣḥābul-masy'amah(ti).
Adapun orang-orang yang kufur pada ayat-ayat Kami, merekalah golongan kiri.
عَلَيْهِمْ نَارٌ مُّؤْصَدَةٌ ࣖ
‘Alaihim nārum mu'ṣadah(tun).
Mereka berada dalam neraka yang ditutup rapat.