اِذَا السَّمَاۤءُ انْشَقَّتْۙ
Iżas-samā'unsyaqqat.
Apabila langit terbelah
BISMILLAH, MULAI DENGAN HATI
Sejenak dari dunia. Lebih dekat dengan-Nya.
Baca, dengarkan, dan renungkan.
Temani harimu dengan indahnya Al-Qur’an.
WAKTU UNTUK KEMBALI
Pilih lokasi untuk melihat jadwal
Jadwal mengikuti kota dan zona waktu pilihan Anda.
Jadikan membaca Al-Qur’an
bagian indah dari setiap harimu.
SUARA YANG MENEMANI
DEKAT DI SETIAP KESEMPATAN
Satu bacaan untuk setiap doa · Arti dan periwayat
BACA DENGAN HATI
SURAH 84 · Mekah · 25 ayat
Terbelah
Dengarkan surah secara utuh, atau putar satu ayat melalui tombol di bawah.
اِذَا السَّمَاۤءُ انْشَقَّتْۙ
Iżas-samā'unsyaqqat.
Apabila langit terbelah
وَاَذِنَتْ لِرَبِّهَا وَحُقَّتْۙ
Wa ażinat lirabbihā wa ḥuqqat.
serta patuh kepada Tuhannya dan sudah semestinya patuh.
وَاِذَا الْاَرْضُ مُدَّتْۙ
Wa iẓal-arḍu muddat.
Apabila bumi diratakan,
وَاَلْقَتْ مَا فِيْهَا وَتَخَلَّتْۙ
Wa alqat mā fīhā wa takhallat.
memuntahkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong,
وَاَذِنَتْ لِرَبِّهَا وَحُقَّتْۗ
Wa ażinat lirabbihā wa ḥuqqat.
serta patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya patuh.
يٰٓاَيُّهَا الْاِنْسَانُ اِنَّكَ كَادِحٌ اِلٰى رَبِّكَ كَدْحًا فَمُلٰقِيْهِۚ
Yā ayyuhal-insānu innaka kādiḥun ilā rabbika kadḥan fa mulāqīh(i).
Wahai manusia, sesungguhnya engkau telah bekerja keras menuju (pertemuan dengan) Tuhanmu. Maka, engkau pasti menemui-Nya.
فَاَمَّا مَنْ اُوْتِيَ كِتٰبَهٗ بِيَمِيْنِهٖۙ
Fa ammā man ūtiya kitābahū biyamīnih(ī).
Adapun orang yang catatannya diberikan dari sebelah kanannya,
فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَّسِيْرًاۙ
Fa saufa yuḥāsabu ḥisābay yasīrā(n).
dia akan dihisab dengan pemeriksaan yang mudah
وَّيَنْقَلِبُ اِلٰٓى اَهْلِهٖ مَسْرُوْرًاۗ
Wa yanqalibu ilā ahlihī masrūrā(n).
dan dia akan kembali kepada keluarganya (yang sama-sama beriman) dengan gembira.
وَاَمَّا مَنْ اُوْتِيَ كِتٰبَهٗ وَرَاۤءَ ظَهْرِهٖۙ
Wa ammā man ūtiya kitābahū warā'a ẓahrih(ī).
Adapun orang yang catatannya diberikan dari belakang punggungnya,
فَسَوْفَ يَدْعُوْا ثُبُوْرًاۙ
Fa saufa yad‘ū ṡubūrā(n).
dia akan berteriak, “Celakalah aku!”
وَّيَصْلٰى سَعِيْرًاۗ
Wa yaṣlā sa‘īrā(n).
Dia akan memasuki (neraka) Sa‘ir (yang menyala-nyala).
اِنَّهٗ كَانَ فِيْٓ اَهْلِهٖ مَسْرُوْرًاۗ
Innahū kāna fī ahlihī masrūrā(n).
Sesungguhnya dia dahulu (di dunia) bergembira di kalangan keluarganya (yang sama-sama kafir).
اِنَّهٗ ظَنَّ اَنْ لَّنْ يَّحُوْرَ ۛ
Innahū ẓanna allay yaḥūr(a).
Sesungguhnya dia mengira bahwa dia tidak akan kembali (kepada Tuhannya).
بَلٰىۛ اِنَّ رَبَّهٗ كَانَ بِهٖ بَصِيْرًاۗ
Balā, inna rabbahū kāna bihī baṣīrā(n).
Tidak demikian. Sesungguhnya Tuhannya selalu melihatnya.
فَلَآ اُقْسِمُ بِالشَّفَقِۙ
Falā uqsimu bisy-syafaq(i).
Aku bersumpah demi cahaya merah pada waktu senja,
وَالَّيْلِ وَمَا وَسَقَۙ
Wal-laili wa mā wasaq(a).
demi malam dan apa yang diselubunginya,
وَالْقَمَرِ اِذَا اتَّسَقَۙ
Wal-qamari iżattasaq(a).
dan demi bulan apabila jadi purnama,
لَتَرْكَبُنَّ طَبَقًا عَنْ طَبَقٍۗ
Latarkabunna ṭabaqan ‘an ṭabaq(in).
sungguh, kamu benar-benar akan menjalani tingkat demi tingkat (dalam kehidupan).
فَمَا لَهُمْ لَا يُؤْمِنُوْنَۙ
Famā lahum lā yu'minūn(a).
Maka, mengapa mereka tidak mau beriman?
وَاِذَا قُرِئَ عَلَيْهِمُ الْقُرْاٰنُ لَا يَسْجُدُوْنَ ۗ ۩
Wa iżā quri'a ‘alaihimul-qur'ānu lā yasjudūn(a).
Apabila Al-Qur’an dibacakan kepada mereka, mereka tidak (mau) bersujud,
بَلِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا يُكَذِّبُوْنَۖ
Balil-lażīna kafarū yukażżibūn(a).
bahkan orang-orang yang kufur itu mendustakan(-nya).
وَاللّٰهُ اَعْلَمُ بِمَا يُوْعُوْنَۖ
Wallāhu a‘lamu bimā yū‘ūn(a).
Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan (dalam hati mereka).
فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ اَلِيْمٍۙ
Fa basysyirhum bi‘ażābin alīm(in).
Maka, berilah mereka kabar ‘gembira’ dengan azab yang pedih,
اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَهُمْ اَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُوْنٍ ࣖ
Illal-lażīna āmanū wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti lahum ajrun gairu mamnūn(in).
Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan. Bagi merekalah pahala yang tidak putus-putus.