وَالسَّمَاۤءِ وَالطَّارِقِۙ
Was-samā'i waṭ-ṭāriq(i).
Demi langit dan yang datang pada malam hari.
BISMILLAH, MULAI DENGAN HATI
Sejenak dari dunia. Lebih dekat dengan-Nya.
Baca, dengarkan, dan renungkan.
Temani harimu dengan indahnya Al-Qur’an.
WAKTU UNTUK KEMBALI
Pilih lokasi untuk melihat jadwal
Jadwal mengikuti kota dan zona waktu pilihan Anda.
Jadikan membaca Al-Qur’an
bagian indah dari setiap harimu.
SUARA YANG MENEMANI
DEKAT DI SETIAP KESEMPATAN
Satu bacaan untuk setiap doa · Arti dan periwayat
BACA DENGAN HATI
SURAH 86 · Mekah · 17 ayat
Yang Datang Di Malam Hari
Dengarkan surah secara utuh, atau putar satu ayat melalui tombol di bawah.
وَالسَّمَاۤءِ وَالطَّارِقِۙ
Was-samā'i waṭ-ṭāriq(i).
Demi langit dan yang datang pada malam hari.
وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الطَّارِقُۙ
Wa mā adrāka maṭ-ṭāriq(u).
Tahukah kamu apakah yang datang pada malam hari itu?
النَّجْمُ الثَّاقِبُۙ
An-najmuṡ-ṡāqib(u).
(Itulah) bintang yang bersinar tajam.
اِنْ كُلُّ نَفْسٍ لَّمَّا عَلَيْهَا حَافِظٌۗ
In kullu nafsil lammā ‘alaihā ḥāfiẓ(un).
Setiap orang pasti ada penjaganya.
فَلْيَنْظُرِ الْاِنْسَانُ مِمَّ خُلِقَ
Falyanẓuril-insānu mimma khuliq(a).
Hendaklah manusia memperhatikan dari apa dia diciptakan.
خُلِقَ مِنْ مَّاۤءٍ دَافِقٍۙ
Khuliqa mim mā'in dāfiq(in).
Dia diciptakan dari air (mani) yang memancar,
يَّخْرُجُ مِنْۢ بَيْنِ الصُّلْبِ وَالتَّرَاۤىِٕبِۗ
Yakhruju mim bainiṣ-ṣulbi wat-tarā'ib(i).
yang keluar dari antara tulang sulbi (punggung) dan tulang dada.
اِنَّهٗ عَلٰى رَجْعِهٖ لَقَادِرٌۗ
Innahū ‘alā raj‘ihī laqādir(un).
Sesungguhnya Dia (Allah) benar-benar kuasa untuk mengembalikannya (hidup setelah mati)
يَوْمَ تُبْلَى السَّرَاۤىِٕرُۙ
Yauma tublas-sarā'ir(u).
pada hari ditampakkan segala rahasia.
فَمَا لَهٗ مِنْ قُوَّةٍ وَّلَا نَاصِرٍۗ
Famā lahū min quwwatiw wa lā nāṣir(in).
Maka, baginya (manusia) tidak ada lagi kekuatan dan tidak (pula) ada penolong.
وَالسَّمَاۤءِ ذَاتِ الرَّجْعِۙ
Was-samā'i żātir-raj‘(i).
Demi langit yang mengandung hujan
وَالْاَرْضِ ذَاتِ الصَّدْعِۙ
Wal-arḍi żātiṣ-ṣad‘(i).
dan bumi yang memiliki rekahan (tempat tumbuhnya pepohonan),
اِنَّهٗ لَقَوْلٌ فَصْلٌۙ
Innahū laqaulun faṣl(un).
sesungguhnya (Al-Qur’an) itu benar-benar firman pemisah (antara yang hak dan yang batil)
وَّمَا هُوَ بِالْهَزْلِۗ
Wa mā huwa bil-hazl(i).
dan ia (Al-Qur’an) sama sekali bukan perkataan senda gurau.
اِنَّهُمْ يَكِيْدُوْنَ كَيْدًاۙ
Innahum yakīdūna kaidā(n).
Sesungguhnya mereka (orang kafir) melakukan tipu daya.
وَّاَكِيْدُ كَيْدًاۖ
Wa akīdu kaidā(n).
Aku pun membalasnya dengan tipu daya.
فَمَهِّلِ الْكٰفِرِيْنَ اَمْهِلْهُمْ رُوَيْدًا ࣖ
Fa mahhilil-kāfirīna amhilhum ruwaidā(n).
Maka, tangguhkanlah orang-orang kafir itu. Biarkanlah mereka sejenak (bersenang-senang).